rss

Berita Nasional Terbaru

Powered by Blogger Widgets

Berita Internasional Terbaru

Powered by Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2009

Status Terdakwa Antasari Tinggal Menunggu Berkas Dari PN


JAKARTA : Meningkatnya status Antasari Azhar bisa menjadi sebagai terdakwa, walaupun hal ini belum ditetapkan secara yuridis formal. Penetapan status tersebut akan ditetapkan setelah berkasnya masuk ke pengadilan san surat dakwaan dibacaan oleh pihak pengadilan. Berkaitan dengan adanya pentepan tersebut, Kejaksaan Agung akan menyerahkan surat pemberitahuan kepada Presiden tentang status Ketua KPK non aktif tersebut.

"Pokoknya dilimpahkan ke pengadilan, dibaca surat dakwaannya, definitif. Setelah itu baru saya kirim surat," ujar Jaksa Agung, Hendarman Supanji, (27/08/09). Meski demikian, pihak kejaksaan agung saat ini telah mulai menyusun surat dakwaan pada tangal 25 Agustus 2009 kemarin. "Ini kan baru dibikin surat dakwaannya. Kejaksaan mempunyai waktu untuk menahan 20 hari," katanya.

UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatur bahwa pimpinan KPK yang tersangkut kasus pidana diberhentikan permanen setelah berstatus terdakwa. Menurut Staf Khusus Kepresidenan Bidang Hukum, Denny Indrayana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menunggu surat pemberitahuan tentang status terdakwa Antasari dari Kejaksaan Agung, sebelum mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk memberhentikan Antasari secara tetap dari jabatannya sebagai Ketua KPK.

Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono mengatakan DPR menunggu Keppres pemberhentian Antasari sebelum menggelar proses pemilihan pimpinan KPK untuk menggantikannya. Bersamaan terbitnya Keppres tersebut, Agung berharap, DPR juga menerima nama usulan pengganti Antasari dari Presiden.

Agung mengatakan, DPR harus mencari pengganti Antasari karena UU KPK mengamanatkan pimpinan KPK yang diberhentikan tetap harus dicari penggantinya. "UU mengharuskan ada pergantian. Kalau sudah ada posisinya dia terdakwa, harus diganti," ujarnya.

Sumber : Media Indonesia.com
Baca Selengkapnya - Status Terdakwa Antasari Tinggal Menunggu Berkas Dari PN

Kamis, 13 Agustus 2009

Takut Pulang ke Indonesia, Anggoro Wijaya Minta Perlindungan Hukum ke SBY - JK


Keberadaan dirut PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjaya masih terus dicari oleh KPK. Salah satu alasan yang membuat dia tidak mau pulang ke Indonesia karena takut terhadap KPK.

"Yah memang takut, siapa yang tidak takut untuk ditahan KPK," kata pengacara Anggoro, Bonaran Situmeang di Hotel Mega Pro, Jl Proklamasi, Cikini, Jakpus, Kamis (13/8/2009).

Hingga saat ini, Anggoro masih ditetapkan sebagai buron oleh KPK. Tersangka kasus dugaan korupsi SKRT tersebut kini entah di mana keberadaannya. Oleh karena itu, Anggoro telah meminta jaminan keamanan kepada LPSK. Jika mendapat jaminan tersebut Anggoro bersedia kembali ke Indonesia untuk membeberkan semuanya.

"Jika perlindungan yang kita mintakan tidak dikabulkan LPSK, maka dengan berat hati kemungkinan Anggoro tidak akan pulang," pungkasnya.

Bos PT Masaro, Anggoro Wijaya juga telah mengirim surat kepada Presiden SBY dan Wapres JK. Isi surat itu untuk meminta perlindungan hukum.

"Kami sudah ajukan permohonan perlindungan hukum kepada Bapak Presiden SBY," kata Bonaran kepada wartawan di Hotel Mega Pro, Cikini, Jakpus, Kamis (13/8/2009).

Surat itu dikirim pada tanggal 11 Agustus 2009. Selain kepada SBY, Anggoro juga meminta perlindungan hukum kepada JK.

"Supaya persoalan-persoalan sehubungan dengan orang suruhan KPK dapat dijelaskan secara langsung oleh pihak yang alami," paparnya.

Seperti diketahui, Anggoro diperas oleh dua orang yang mengaku sebagai suruhan KPK. Mereka adalah Eddy Sumarsono dan Ary Muladi. Anggoro akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp 5,1 miliar kepada mereka berdua agar kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK dapat mengendap. Kasus ini sendiri telah dilaporkan Anggoro ke Mabes Polri.

Sumber : yahoo news
Baca Selengkapnya - Takut Pulang ke Indonesia, Anggoro Wijaya Minta Perlindungan Hukum ke SBY - JK

Sumber Dana Noordin M Top Diduga Berasal dari Pengikutnya di Malaysia


Dana yang dibutuhkan Noordin M Top untuk melancarkan aksinya tidaklah sedikit. Disinyalir, para pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.

"Dari data-data selama ini, hasil analisa diakui berasal dari Malaysia," kata pengamat intelijen Dynno Chressbon saat berbincang lewat telepon, Kamis (13/8/2009).

Tidak hanya Malaysia, Dynno juga menduga, ada sejumlah dana dari negara-negara yang memiliki jaringan dengan Noordin seperti Pakistan dan Afganistan. Ia meyakini, para pendukung gerakan Noordin di negara-negara lain masih banyak.

"Noordin adalah pemimpin yang masih disegani di Malaysia, khususnya di kawasan Asia. Masih banyak juga jaringannya di luar negeri," jelasnya.

Sementara itu, pengamat terorisme Wawan Purwanto menilai, satu-satunya cara untuk menghentikan gerakan Noordin adalah dengan memutus sumber dananya. Cara ini dianggap paling efektif karena akan 'membunuh' Noordin secara perlahan.

"Yang harus diputus dananya dulu. Bagaikan darah, kalau kehabisan darah ia pasti mati," jelasnya saat dihubungi.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 68 transaksi mencurigakan yang diduga terkait aksi terorisme di Indonesia. Dana yang mengalir berasal dari dalam dan luar negeri.

Sumber : yahoo news
Baca Selengkapnya - Sumber Dana Noordin M Top Diduga Berasal dari Pengikutnya di Malaysia

Pria Malaysia Bawa 15 Kg Shabu-shabu


Pria asal Malaysia dibekuk Kepolisian Dumai pagi tadi. Pria tersebut tertangkap tangan sedang membawa 1,5 kg sabu-sabu.

"Iya benar, tadi pagi ada penumpang kapal dari Malaysia" ujar Kabid Humas Bea Cukai Dumai Evy Suhartantyo saat dihubungi detikcom, Kamis malam (13/8/2009).

Penumpang tersebut merupakan laki-laki yang sedang melakukan perjalanan dari Malaysia ke Dumai. "Sekarang masih dalam tahap penyidikan di kantor bea cukai bagian penyidikan," jelas Evy.

Disebabkan membawa 1,5 kg Sabu, lelaki tersebut akan berhadapan dengan UU Psikotropika.

"Besok akan dipolisikan (dilaporkan), tapi kita besok press release dulu," tutupnya.

Sumber : yahoo news
Baca Selengkapnya - Pria Malaysia Bawa 15 Kg Shabu-shabu

Sabtu, 08 Agustus 2009

Jenazah Noordin M Top Masih Diidentifikasi


JAKARTA : Jenazah yang tewas dalam pengepungan di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung tiba di RS Polri pada pukul 16.50. Jenazah tersebut langsung dibawa ke Ruang Instalasi Forensik untuk diidentifikasi, apakah jenazah tersebut adalah Noordin M Top, gembong teroris yang selama ini dicari atau bukan.

Hingga kini masih banyak wartawan yang masih menunggu di depan ruang instalasi forensik. Untuk bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai kebenaran jenazah itu adalah Noordin atau bukan masih belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian, seperti halnya yang telah disampiakan oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso pada saat jumpa pers.

Untuk dapat memastikan bahwa jenazah itu adalah Noordin, pihak polisi akan mengambil sample DNA dari Istri dan keluarganya, setelah hasil forensik selesai baru akan diumumkan kepada publik tentang jati diri jenazah tersebut.

Bukan hanya masyarakat Indonesia saja yang menanti hasil forensik tersebut. Pihak Kepolisian Diraja Malaysia juga menunggu informasi dari Kepolisian RI terkait kepastian indentitas jenazah tersebut. Bahkan Pihak Kepolisian Malaysia juga menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk proses identifikasi. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Jenderal Tan Sri Musa Hasan "saya belum bisa memberikan tanggapan, karena kita belum menerima informasi dari rekan polisi di Indonesia", dikutip dari media online Malaysia, Bernama.com.

Sumber : okezone.com
Baca Selengkapnya - Jenazah Noordin M Top Masih Diidentifikasi

Jumat, 07 Agustus 2009

Noordin M Top Dipastikan Tewas


Setelah pengepungan yang terjadi lebih dari 18 jam, saat ini dipastikan orang yang diduga adalah Noordin M Top tewas. Menurut laporan dari wartawan TV One yang ada dilokasi kejadian, mengabarkan kalau gembong teroris kelas kakap yang menjadi orang paling dicari di Indonesia ini dipastikan telah tewas.

Noordin M Top tewas setelah terjadi baku tembak dengan pihak polisi yang telah mengepung persembunyiannya. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Namun dugaan bahwa Noordin M Top telah tewas dapat dilihat dari sudah dipasanggnya police line di rumah yang diduga menjadi persembunyian Noordin M. Top. Saat ini polisi masih berupaya untuk mengevakuasi jasad Noordin M Top

Semoga benar adanya dan hal ini dapat menghentikan jaringan terorisme yang selama ini telah mengganggu kedamaian di Indonesia.
Baca Selengkapnya - Noordin M Top Dipastikan Tewas

Berita Pengepungan Noordin M Top Menjadi Hot News


Berita mengenai pengepungan rumah yang diduga dihuni oleh Noordin M Top (gembong teroris di Indonesia) di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung menjadi headline di beberapa koran nasional dan luar negeri. Berita ini pula menjad Hot News di beberapa stasiun tv.

Temanggung yang merupakan kota kecil yang berada di dataran tinggi dimana biasanya kota ini terkesan sepi dan terkenal dingin, saat ini menjadi hangat dikarenakan diduga ada gembong teroris yang paling dicari di Indonesia berada di Kota ini.

Beberapa stasiun TV melakukan Live Report langsung dari TKP, tanpa mengindahkan keselamatan mereka para wartawan ini meliput dari tempat yang sangat dekat. Seperti yang terlihat di salah satu TV Swasta Nasional, TV One, wartawan mereka berada dalam jarak sekitar 10 m dari rumah yang menjadi sasaran Densus 88. Demi pemberitaan yang up to date mereka berjuang melaksanakan tugasnya untuk memberikan masyarakat berita terbaru. Salut untuk para wartawan yang sedang berjuang.

Saat tulisan ini dimuat, masih terjadi upaya pengepungan terhadap rumah yang diduga dihuni oleh Noordin M Top. Upaya pengepungan ini telah berjalan selama 17 jam lebih.

Semoga pihak kepolisian dapat menangkap Noordin M Top dan jaringannya agar kedamaian Indonesia dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang sebtulnya sudah sangat lelah dan marah dengan aksi yang dilakukan oleh para teroris yang dinilai tida [unya hati nurani.
Berita Pengepungan Noordin M Top Menjadi Hot News

Berita mengenai pengepungan rumah yang diduga dihuni oleh Noordin M Top (gembong teroris di Indonesia) di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung menjadi headline di beberapa koran nasional dan luar negeri. Berita ini pula menjad Hot News di beberapa stasiun tv.

Temanggung yang merupakan kota kecil yang berada di dataran tinggi dimana biasanya kota ini terkesan sepi dan terkenal dingin, saat ini menjadi hangat dikarenakan diduga ada gembong teroris yang paling dicari di Indonesia berada di Kota ini.

Beberapa stasiun TV melakukan Live Report langsung dari TKP, tanpa mengindahkan keselamatan mereka para wartawan ini meliput dari tempat yang sangat dekat. Seperti yang terlihat di salah satu TV Swasta Nasional, TV One, wartawan mereka berada dalam jarak sekitar 10 m dari rumah yang menjadi sasaran Densus 88. Demi pemberitaan yang up to date mereka berjuang melaksanakan tugasnya untuk memberikan masyarakat berita terbaru.

Saat tulisan ini dimuat, masih terjadi upaya pengepungan terhadap rumah yang diduga dihuni oleh Noordin M Top. Upaya pengepungan ini telah berjalan selama 17 jam lebih.

Semoga pihak kepolisian dapat menangkap Noordin M Top dan jaringannya agar kedamaian Indonesia dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang sebtulnya sudah sangat lelah dan marah dengan aksi yang dilakukan oleh para teroris yang dinilai tida [unya hati nurani.
Baca Selengkapnya - Berita Pengepungan Noordin M Top Menjadi Hot News

2 Teroris Tewas di Bekasi


BEKASI - Ditemukan 500 kg bahan peledak didalam sebuah rumah di Perumahan Puri Nusaphala Blok D RT 4 RW 12, Bekasi. Dengan ditemukannya Bom tersebut, pihak kepolisan telah melakukan evakuasi terhadap seluruh penghuni Perumahan Puri Nusapphala. Dikhawatirkan
bom tersebut sewaktu-waktu dapat meledak.

Petugas saat ini tengah berupaya menjinakkan bom tersebut. "Ada bom ratusan kilogram, karena itu semua rumah di sini sudah dikosongkan," ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri kepada wartawan di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2009).

Kapolri menjelaskan, sebagian bahan peledak tersebut telah dirangkai menjadi bom mobil yang akan diledakkan dalam waktu dekat, kira-kira 2 minggu kedepan didalam mobil pickup berwarna merah yang diparkir di depan rumah. Sementara sisanya berada di dalam rumah.

Adapun mengenai target sasaran pengeboman, kapolri tidak bersedia menyebutkan secara jelas. "Ada sasaran khusus, sangat-sangat khusus dan sudah diakui oleh tersangka," ungkapnya.

Pada saat pengrebekan Polisi menembak mati dua tersangka teroris. Identitas teroris itu bernama AR Setiawan dan Eko. Mereka ditembak saat berusaha melakukan upaya melarikan diri. Mereka merupakan residivis yang diduga terkait dengan peledakan bom di Kedubes Australia dan di Mega Kuningan. Jenazah dua terris tersebut saat ini telah dibawa ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut Kapolri, Densus 88 telah melakukan penguntitan terhadap 2 teroris dari Jawa Tengah. Mobil yang digunakan oleh teroris tersebut adalah Daihatsu Xenia berwarna merah dengan plat nomor AD 9324 DO. Rumah yang dihuni oleh teroris tersebut merupakan safety post setelah pengeboman yang terjadi di Ritz Carlton dan JW Marriot. Rumah tersebut telah dikontrak oleh teroris tersebut selama tiga pekan.

Saat ini jenazah kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Densus 88 telah membuntuti kedua target dari Jawa Tengah sejak kemarin.

Sumber : Okezone.com, TV One
Baca Selengkapnya - 2 Teroris Tewas di Bekasi

Terdengar Suara Ledakan di Rumah Pengepungan Noordin M. Top di Temanggung


Pada pukul 05.30 WIB tadi terdengar suara ledakan dari rumah yang saat ini telah dikepung oleh Densus 88 di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Suara ledakan ini terdengar cukup keras, muncul warna merah tetapi tidak disertai kepulan asap dan tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan. Ledakan ini terdengar sampai radius 5 km

Menurut sumber dari TV One yang berada di lokasi, ledakan yang terdengar merupakan ledakan yang dilakukan oleh Robot Polisi yang didatangkan oleh Densus 88 untuk melakukan penyisiran di dalam rumah tersebut. Ledakan tersebut ditujukan untuk meledakkan pintu masuk agar Robot Polisi dapat memasuki rumah yang diduga dihuni oleh Noordin M. Top.

Robot polisi didatangkan oleh pihak kepolisian untuk membantu proses penyergapan. Hal ini dikarenakan, diduga didalam rumah tersebut masih tersimpan bahan bom. Robot Polisi digunakan untuk meminimalisir terjadinya korban dari pihak kepolisian. Robot Polisi ini dilengkapi dengan peralatan yang sangat lengkap seperti kamera dimana hal ini membantu pihak Densus 88 untuk bisa melihat situasi didalam rumah tersebut. Saat ini Robot Polisi masih melakukan penyisiran di dalam rumah tersebut.

Saat tulisan ini dimuat Robot Polisi tersebut posisinya berada di depan rumah dan sedang melakukan pembersihan puing-puing ledakan pintu tadi. Setelah puing-puing tersebut bersih, Robot Polisi akan melanjutkan penyisiran sampai ke belakang rumah yang diduga terdapat Noordin M. Top.

Saat ini dari pihak kepolisian terlihat ada 2 petugas yang sedang membawa tongkat panjang, tongkat panjang itu digunakan untuk menarik Robot Polisi. Belum diketahui tujuan dari pihak kepolisian menarik Robot Polisi tersebut. Terlihat 2 Robot Polisi yang ditarik menuju keluar rumah tersebut. Robot Polisi saat ini masih berada di depan rumah tersebut.
Baca Selengkapnya - Terdengar Suara Ledakan di Rumah Pengepungan Noordin M. Top di Temanggung

Dua Penghuni Rumah 'Noordin M. Top' Tertembak di Kaki


TEMANGGUNG - Dua penghuni rumah yang digerebek Tim Densus 88 Antiteror terkena tembak. Dua orang yang tertembak tersebut juga tidak dikenali oleh warga sekitar lokasi penggerebekan di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah.

"Ada dua orang yang ditembak di bagian kaki tadi sore," kata Sujati seorang warga yang hanya berada sekira 200 meter dari rumah yang digerebek, Jumat (7/8/2009).

Warga yang melihat aksi tersebut mengaku tidak mengenal siapa orang yang ditembak di bagian kaki tersebut. Keduanya ditembak di luar rumah sesaat sebelum Densus 88 mengepung rumah yang diduga sebagai persembunyian Noordin M Top.

Seperti diketahui, polisi menggerebek sebuah rumah yang dimiliki Tatak yang juga ditangkap polisi sekira 3 tahun lalu. Diduga rumah tersebut menyimpan bahan peledak dan penghuninya memiliki senjata api. Rumah tersebut juga diduga dihuni oleh Reno atau Mubarok, yang merupakan orang kedua setelah dr. Azahari.

Rumah tersebut dimiliki oleh Pak Tatak. Diduga menantunya Mozahari merupakan komplotan teroris yang selama ini telah mengancam kedamaian di Indonesia. Mobil Penjinak bom masih terus disiagakan di sekitar rumah tersebut yang berisi 4 orang dan salah satunya diduga Noordin M. Top.

Sumber : okezone.com, Metro TV, TV One, Indonewspaper
Baca Selengkapnya - Dua Penghuni Rumah 'Noordin M. Top' Tertembak di Kaki

Mabes Polri Akui Tembak-Menembak di Temanggung


JAKARTA - Mabes Polri mengakui adanya pengepungan atau penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Namun Mabes Polri belum mengetahui apakah terdapat gembong teroris Noordin M Top.

"Sementara begitu dulu. Ada kontak (tembak-menembak)," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna saat dihubungi okezone, Sabtu (7/8/2009).

Namun saat dipastikan apakah tembak-menembak yang terjadi di rumah warga tersebut terdapat buronan nomor satu Nurdin M Top.

"Belum tahu. Kami belum tahu hasilnya. Kita tunggu saja," katanya menutup pembicaraan.

Diberitakan, sekira pukul 15.00 WIB di Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, sepasukan Densus 88 mengepung salah satu rumah warga. Di dalam rumah warga tersebut diduga terdapat Noordin M Top, dan kawanannya. Dikabarkan pula, terdapat dua warga ditangkap, yang bernama Aris dan Indra.(hri)

Sumber : okezone.com
Baca Selengkapnya - Mabes Polri Akui Tembak-Menembak di Temanggung

Pengepungan Noordin M. Top di Temanggung


TEMANGGUNG - Puluhan anggota dari Densus 88 Anti Teror melakukan penyisiran di rumah Tatak (35), di Kaki Gunung Keleben, Dusun Beji, Kedu, Kabupaten Temanggung. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Jumat (7/8/2009), penyisiran rumah Tatak setelah polisi melakukan pengembangan kepada Aris (32) dan Indra (23), kakak beradik yang lebih dulu ditangkap.

Dalam melakukan penyisiran ini, polisi nampak berseragam dan membawa perlengkapan komplet seperti senjata laras panjang. Bahkan, beberapa mobil Gegana sudah disiapkan di lokasi penyisiran.

Perlu diketahui, Aris dan Indra ditangkap Densus petang tadi sekira pukul 17.30 WIB di bengkel sepeda ontel yang juga merupakan kediaman Aris dan saat ini sudah dibawa ke Mapolda Jawa Tengah. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari polisi terkait penyisiran ini.

Ratusan warga Temanggung langsung berduyun-duyun menuju Dusun Beji, Kecamatan Kedu, setelah mendengar kabar penangkapan Noordin M Top di rumah seorang warga bernama Tatak.

Kedatangan mereka salah satunya dipicu suara letusan senapan. Hingga kini baku tembak masih berlangsung di lokasi penggerebekan. Hanya saja belum jelas suara tembakan berasal dari senjata petugas atau kelompok teroris.

Pentauan di lapangan, Jumat (7/8/2009), sejumlah petugas langsung melokalisir lokasi penggerebekan guna mengantisipasi terjadi insiden salah tembak. Sejumlah petugas langsung membentuk perimeter barikade di area seluas 100 meter.

Petugas menggunakan barisan manusia dan kayu untuk menghalangi warga setempat agar tidak memasuki wilayah sekitar rumah Tatak. Lokasi rumah Tatak berada di ujung permukiman warga Dusun Beji. Lokasi persisnya di bawah kaki Gunung Kelebon.

Dari jam 5 sore pihak Densus 88 sudah mengepung rumah yang diduga menjadi tempat singgah Noordin M. Top. Sampai malam ini masih terjadi pengepungan dan masigh terdengar baku tembak. Sampai saat berita ini ditulis masih dilakukan usaha pengepungan dan penangkapan terhadap rumah yang diduga disinggahi oleh Noordin M. Top, berdasarkan informasi saat ini rumah tersebut masih dihuni oleh 4 orang.

Menurut sumber lain mengatakan "Secara resmi polisi masih membantah telah menangkap Noordin di Jawa Tengah, tapi sumber terpercaya menyatakan orang yang sangat mirip Noordin telah ditangkap," demikian seperti dilaporkan koresponden Al Jazeera Step Vaessen, Jumat (7/8/2009).

Sumber : okezone.com, Metro TV, TV One
Baca Selengkapnya - Pengepungan Noordin M. Top di Temanggung

Berita Ekonomi

Powered by Blogger Widgets

Berita Hiburan

Powered by Blogger Widgets

Berita Olah Raga

Powered by Blogger Widgets

Google News Headline