rss

Berita Nasional Terbaru

Powered by Blogger Widgets

Berita Internasional Terbaru

Powered by Blogger Widgets

Kamis, 13 Agustus 2009

Pria Malaysia Bawa 15 Kg Shabu-shabu


Pria asal Malaysia dibekuk Kepolisian Dumai pagi tadi. Pria tersebut tertangkap tangan sedang membawa 1,5 kg sabu-sabu.

"Iya benar, tadi pagi ada penumpang kapal dari Malaysia" ujar Kabid Humas Bea Cukai Dumai Evy Suhartantyo saat dihubungi detikcom, Kamis malam (13/8/2009).

Penumpang tersebut merupakan laki-laki yang sedang melakukan perjalanan dari Malaysia ke Dumai. "Sekarang masih dalam tahap penyidikan di kantor bea cukai bagian penyidikan," jelas Evy.

Disebabkan membawa 1,5 kg Sabu, lelaki tersebut akan berhadapan dengan UU Psikotropika.

"Besok akan dipolisikan (dilaporkan), tapi kita besok press release dulu," tutupnya.

Sumber : yahoo news
Baca Selengkapnya - Pria Malaysia Bawa 15 Kg Shabu-shabu

Masyarakat Berburu Uang Rp. 2000


Bank Indonesia secara resmi telah mengumumkan uang pecahan Rp. 2000 tahun emisi 2009 yang baru sebagai alat bukti pembayaran yang sah (9/7/09).

“Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar”, demikian Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, dalam sambutannya.

Uang Rp. 2000 yang baru ini berwarna abu-abu dan bergambarkan Pangeran Antasari di bagian depannya dan Tarian Adat Dayak di bagian belakangnya. Mayarakat saat ini bisa mendapatkan uang tersebut langsung ke Bank Indonesia ataupun di bank-bank lainnya dengan jumlah yang terbatas.

Saat ini banyak masayarakat yang berburu uang tersebut, dikarenakan mereka belum tahu ada peluncuran uang tersebut yang secara resmi telah diluncurkan bulan lalu. Masyarakat juga mendapatkan informasi bahwa seiring peredaran uang kertas Rp 2.000 itu, pemerintah akan menarik secara perlahan uang kertas pecahan Rp 1.000. "Informasi yang kami terima demikian."

Baca Selengkapnya - Masyarakat Berburu Uang Rp. 2000

Rabu, 12 Agustus 2009

Musim Kemarau, ISPA Meningkat


Gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), di Kota Cimahi, Jawa Barat, cenderung mengalami peningkatan selama empat bulan terakhir.

"Berdasarkan data dari puskesmas, jumlah kasus ISPA di Cimahi empat bulan terakhir meningkat pesat," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Pemberantasan Penyakit di Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr Fitriani Manan, di Cimahi, Kamis.

Ia mengatakan, penderita ISPA di Kota Cimahi rata-rata masuk dalam kategori ’pneumonia’ yang disertai gejala sesak nafas, bukan pneumonia dengan gejala batuk dan pilek pada anak berusia di bawah lima tahun (Balita).

ISPA pada Balita bulan Januari 2009, kata Fitriani, tercatat 2304 kasus dan Februari sedikit naik menjadi 2353 kasus. Ia memperkirakan kasus ISPA pada Juli dan Agustus 2009 diperkirakan akan tinggi, karena memasuki musim kemarau yang menyebabkan pergantian suhu mencolok antara siang dan malam hingga pagi hari.

Pada musim pancaroba seperti sekarang, menurut dia, penyakit ISPA, memang cukup rawan, karena keadaan udara yang kering, kelembaban suhu rendah, di samping pengaruh debu yang menyebabkan iritasi ’mukosa’ pada hidung yang pada akhirnya menyebabkan pilek.

Kasus ISPA juga sangat erat kaitannya dengan kondisi udara yang kotor, kata Fitri. "Dari data terlihat, Cimahi Selatan yang merupakan daerah industri dan rawan polusi udara, kasusnya paling tinggi dibanding Cimahi Utara dan Tengah," katanya.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya - Musim Kemarau, ISPA Meningkat

Pengurus Baru Berhak Menentukan Nasib Golkar


JAKARTA : Yang berhak menentukan sikap Partai Golkar lima tahun ke depan adalah pengurus DPP Partai Golkar yang baru, bukan pengurus DPP partai periode ketua umum M Jusuf Kalla. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, berbicara di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (13/8).

Oleh karenanya Agung membenarkan salah satu tujuan semakin cepatnya pelaksanaan Munas - seperti yang diinginkan oleh sejumlah elite Golkar seperti Abu Rizal Bakrie - adalah agar pengurus Partai Golkar yang baru dapat ikut menentukan komposisi pimpinan MPR, DPR periode 2009-2014. "Itu salah satunya (ikut menentukan komposisi pimpinan MPR, DPR)," ujarnya.

Menurut Agung, dalam forum Rapimnas, suara mayoritas dari DPD I Partai Golkar menginginkan pelaksanaan Munas dilaksanakan pada September 2009. "Tapi itu nanti semua jadi bahan dalam pandangan umum meski mayoritas menginginkan Munas diselenggarakan akhir September dan tempat penyelenggaraan paling favorit Riau," katanya.

Sumber : kompas.com
Baca Selengkapnya - Pengurus Baru Berhak Menentukan Nasib Golkar

Berita Ekonomi

Powered by Blogger Widgets

Berita Hiburan

Powered by Blogger Widgets

Berita Olah Raga

Powered by Blogger Widgets

Google News Headline